Cedera Tendinitis Patella Yang Sering Terjadi Pada Runner

Cedera Tendinitis Patella Yang Sering Terjadi Pada Runner

Desember 18, 2019
admin
ISMC.CO.ID – Tendinitis patella merupakan cedera kronik karena overuse tendon patella yang menyebabkan nyeri pada kutub inferior patella di sisi anterior lutut. Hal ini disebabkan karena tekanan yang berlebihan pada sistem ekstensor lutut akibat gerakan mendarat setelah melompat berulang-ulang atau berlari dengan durasi yang lama. Jadi yang merupakan faktor penyebab utama adalah intensitas latihan yang biasa dilakukan oleh atlet, khususnya berkaitan dengan durasi latihan dan besarnya tekanan mekanik yang dialami oleh lutut.

Tendinitis patella merupakan cedera yang sering ditemukan pada olahraga yang banyak melakukan gerakan melompat dan berlari, seperti running, bulutangkis, bola basket, sepak bola, bola voli, tenis, figure skaters, anggar, american football, balap sepeda, lompat tinggi, dan lompat jauh.

Cedera tendinitis patella dapat juga terjadi pada olahraga tanpa adanya gerakan melompat dan berlari yaitu angkat besi yang disebabkan oleh beban yang berlebihan saat mengangkat beban. Gejala-gejala yang dapat terjadi pada tendinitis patella adalah nyeri di sekitar lutut pada bagian superior dan inferior patella, pembengkakan pada daerah lutut, tungkai terasa lemah.

Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan nyeri tekan pada sendi lutut terutama pada bagian superior dan inferior patella, ketegangan otot-otot hamstring dan quadriseps, kadang-kadang ditemukan efusi intra artikuler lutut pada pemeriksaan MRI atau USG muskuloskeletal.

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya tendinitis patella diantaranya jenis kelamin, intensitas dan frekuensi aktivitas fisik, kegemukan, kekakuan otot-otot kaki, misalignment tungkai, patella alta, patella baja genu varum, genu valgum, peningkatan Q angle, serta ketidakseimbangan kekuatan otot-otot tungkai.

Diagnosis tendinitis patella didapat melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium untuk menyingkirkan adanya penyakit-penyakit sistemik, infeksi dan penyakit metabolik. Pemeriksaan USG memperlihatkan ketidaknormalan ekstra dan intra tendon. Pemeriksaan X-Ray memperlihatkan adanya kalsifikasi di tendon pada stadium dini.

Pemeriksaan MRI memperlihatkan lebih jelas perubahan-perubahan yang terjadi pada tendon.
Tendinitis patella dapat dibagi ke dalam 4 stadium menurut intensitas nyerinya, yaitu :

1. Stadium 1 : nyeri hanya pada saat beraktivitas, tidak ada kerusakan fungsional.

2. Stadium 2 : nyeri selama dan setelah beraktivitas, atlet masih dapat menampilkan performa yang baik saat bertanding.

3. Stadium 3 : nyeri yang panjang selama dan sesudah beraktivitas, atlet tidak dapat menampilkan performa yang baik selama bertanding.

4. Stadium 4 : nyeri sepanjang hari, Ruptur total tendon.

Penatalaksanaan tendinitis patella yaitu medikamentosa dengan pemberian NSAID misalnya ibuprofen dan naproxen yang dapat diberikan selama 5 sampai 7 hari.

Penatalaksanaan non medikamentosa yaitu diantaranya adalah metode RICE, Terapi latihan fisik, tindakan operasi dan pengobatan lainnya seperti platelet rich plasma (PRP), extracorporeal shock wave therapy (ESWT) dan stimulasi laser, elektrik dan modalitas terapi lainnya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera tendinitis patella, diantaranya adalah teknik pemanasan yang benar, hindari aktivitas berlebihan, istirahat dan pemulihan, latihan keseimbangan, latihan peregangan, latihan penguatan otot sekitar lutut, penggunaan alas kaki yang tepat, penggunaan strapping dan taping, serta meningkatkan ketrampilan teknik permainan.

Return to play didasarkan pada kemampuan atlet untuk melakukan aktivitas olahraga secara aman dan terampil. Tes fungsional seperti single leg hop test, triple hop test, lateral hop test, maximum repetition leg press at body weight dan one-repetition maximum on the leg press, pada akhir fase pemulihan dari rehabilitasi sangat membantu dalam menentukan siap tidaknya atlet untuk kembali berolahraga.

Program rehabilitasi yang dianjurkan pada cedera tendinitas patella adalah latihan mobilisasi patella, latihan peregangan hamstring, latihan peregangan quadriseps, latihan quadriseps, latihan straight leg raise, latihan leg extension, latihan decline eccentric squat, latihan resisted terminal knee extension, latihan wall squat dengan bola, latihan side-lying leg lift, latihan step-up, dan latihan knee stabilization dengan beberapa variasi.

Salam Olahraga
Penulis dr. Zeth Boroh, Sp.KO

No comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *