Mengapa Anak-anak Bisa Terkena Cedera Saat Libur Sekolah
Selama libur sekolah, anak-anak bisa cenderung aktif dan pasif dalam menjalankan aktifitasnya. Anak-anak yang aktif cenderung mengalami peningkatan aktifitas fisik bahkan sampai berlebihan secara tiba-tiba tanpa pengawasan sehingga bisa meningkatkan risiko terkena cedera karena kurang dibimbing dalam menjaga teknik yang benar, intensitas dan durasi yang sesuai.
(1)Menurut Singh, A. & Srivastava, R. (2008), menunjukkan bahwa lonjakan aktifitas fisik tanpa persiapan dapat menyebabkan kelelahan otot dan cedera muskuloskeletal.
Sedangkan, anak-anak yang pasif lebih sering menjalankan aktifitas mereka dirumah dengan alat elektronik seperti handphone, ipad dan komputer khususnya bermain game dan menonton video secara daring. Hal ini dapat berdampak pada kondisi fisik anak seperti postur tubuh yang buruk, nyeri pada leher dan pinggang serta penurunan fleksibilitas dan massa otot.
(2)Menurut Da Costa et al. (2022), penggunaan perangkat elektronik dalam waktu lama dapat menyebabkan postur tubuh yang buruk, yang dikenal sebagai “text neck syndrome”, yang dapat menyebabkan ketegangan dan nyeri pada otot leher dan punggung atas.
Area Cedera yang Mengintai Saat Libur Sekolah
- Kepala dan Wajah
Cedera akibat jatuh saat bermain, seperti gegar otak ringan atau luka pada wajah. - Tangan dan Pergelangan Tangan
Cedera akibat jatuh saat bermain dilapangan atau penggunaan berlebihan saat bermain game. - Punggung dan Leher
Nyeri akibat postur duduk yang buruk selama bermain alat elektronik khususnya bermain game baik dari handphone maupun komputer. - Lutut dan Pergelangan Kaki
Cedera akibat aktifitas fisik yang intens secara tiba-tiba tanpa pemanasan yang cukup.
Cara Mengatasi Cedera Saat Libur Sekolah
1. Cedera Ringan
- Metode RICE: Istirahat (Rest), Kompres Es (Ice), Kompresi (Compression) dan Elevasi (Elevation) membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.
- Peregangan Ringan: Melakukan peregangan otot secara perlahan untuk mengurangi ketegangan.
- Perbaikan Postur: Mengajarkan anak untuk duduk dengan postur yang benar saat menggunakan gawai.
2. Cedera Sedang Hingga Berat
- Pemeriksaan Dini: Segera melakukan pemeriksaan dan melibatkan tenaga medis yang ahli untuk mencegah cedera lanjutan.
3. Pencegahan
- Pendidikan & Kesadaran Orang Dewasa: Memberikan edukasi kepada orang dewasa khususnya orang tua tentang risiko cedera dan cara pencegahannya seperti pengawasan, penggunaan alat pelindung dan pengaturan lingkungan rumah.
- Aktivitas Fisik Teratur: Mendorong anak untuk tetap aktif secara fisik dengan olahraga ringan selama liburan.
Sumber Referensi
(1)Singh, A., & Srivastava, R. (2008). Overuse injuries in children and adolescents. Internet Journal of Medical Update – EJOURNAL, 3(2).
(2)Da Costa, L., Lemes, I. R., Tebar, W. R., Oliveira, C. B., Guerra, P. H., Soidán, J. L. G., Mota, J., & Christofaro, D. (2022). Sedentary behavior is associated with musculoskeletal pain in adolescents: A cross sectional study. Brazilian Journal of Physical Therapy, 26(5), 100452.
Penulis: Eka Afriyaningsih, S.Tr. Kes
Disclaimer:
Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi umum dan tidak menggantikan saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan yang berkualifikasi untuk informasi dan panduan yang spesifik sesuai dengan situasi dan kebutuhan kesehatan Anda. Jika Anda menghadapi kondisi gawat darurat medis, segera hubungi layanan kesehatan terdekat atau rumah sakit. Anda harus mengkonsultasiken kondisi kesehatan Anda sebelum memulai program kesehatan, olahraga, nutrisi, pengobatan apa pun.






