Area Cedera Yang Sering Dialami Saat Main Sepakbola
1. Cedera Lutut
(1)Cedera lutut merupakan cedera olahraga yang umum terutama pada sepak bola dengan angka kejadian sebesar 15,2%. Cedera yang sering dialami saat bermain sepakbola adalah meniscus , patella tendon, ACL dan MCL dikarenakan loncatan dan pendaratan yang berulang, perubahan arah yang cepat dan berulang bahkan benturan keras pada area lutut. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, sulit untuk menekuk atau meluruskan lutut.
2. Cedera Otot
(1)Cedera otot yang umum dialami adalah paha depan (48,6%), pangkal paha (9,8%), paha belakang (51.4%) dan betis (9,8%). Umumnya terjadi saat menendang bola, melakukan sprint, perubahan arah sampai meregangkan otot melebihi kapasitasnya.
3. Ankle Sprain (Keseleo Pergelangan Kaki)
(1)Cedera ankle adalah salah satu cedera umum terutama pada sepak bola dengan angka kejadian sebesar 9,8%. Cedera ini terjadi ketika pergelangan kaki terkilir yang menyebabkan bengkak, memar, nyeri saat berjalan dan keterbatasan rentan gerak pada pergelangan kaki.
4. Bone Fracture (Patah Tulang)
(1)Patah tulang merupakan salah satu cedera olahraga saat bermain sepakbola dengan angka kejadian sebesar 2,2%. Area yang paling sering dialami saat main sepakbola adalah tulang kering (tibia), pergelangan kaki (ankle) dan tulang metatarsal (telapak kaki) akibat benturan keras, jatuh atau kontak fisik langsung dengan lawan.
5. IT Band Syndrome
Sering terjadi saat berlari dalam jarak jauh atau memiliki teknik lari yang buruk. sehingga memberikan tekanan berlebih pada iliotibial (IT) band, jaringan di sepanjang bagian luar paha.
6. Plantar Fasciitis
Umum terjadi akibat penggunaan sepatu yang tidak mendukung sehingga menyebabkan peradangan pada jaringan di telapak kaki.
Faktor Penyebab Cedera Yang Sering Dialami Saat Main Sepakbola
Berikut adalah faktor penyebab mengapa atlet sepakbola bahkan penggemar sepakbola sering terkena cedera:
1. Kurangnya pemanasan dan pendinginan selama olahraga.
2. Teknik atau form gerakan yang kurang tepat.
3. Mengabaikan recovery period.
4. Kurang melakukan latihan penguatan khususnya pada kaki.
5. Benturan fisik dengan lawan.
6. Sport equipment yang tidak ideal khususnya sepatu dalam olahraga sepakbola.
Cara Mencegah Cedera Saat Main Sepakbola
1. Lakukan Pemanasan & Pendinginan yang Benar
Lakukan pemanasan minimal 10-15 menit sebelum bermain untuk meningkatkan fleksibilitas otot dan persendian. Setelah selesai main, Anda wajib melakukan pendinginan untuk mempercepat proses pemulihan.
2. Latihan Penguatan & Keseimbangan
Fokus pada otot inti, kaki dan tangan untuk meningkatkan daya tahan otot dan stabilitas terhadap cedera.
3. Latihan Teknik & Form Yang Benar
Pastikan teknik melompat, mendarat, menendang dan berlari dilakukan dengan benar untuk mengurangi tekanan pada sendi dan ligamen.
4. Gunakan Sport Equipment yang Tepat
Pilih sepatu sepakbola yang sesuai dan dapat mendukung pergelangan dan telapak kaki yang baik dengan lapisan grip yang sesuai.
Cara Menangani Cedera Saat Main Sepakbola
1. Gunakan Prinsip PEACE & LOVE
PEACE (Protect, Elevate, Avoid anti-inflammatory drugs, Compress, Educate) diterapkan segera setelah cedera untuk mengurangi dampak berlebih dengan memberi pemahaman terkait proses pemulihan.
LOVE (Load, Optimism, Vascularisation, Exercise) membantu pemulihan jangka panjang dan mencegah cedera berulang dengan latihan penguatan, kardio dan mobilitas secara bertahap serta menjaga mental pasien untuk tetap berpikir positif.
2. Hubungi Bantuan Tenaga Medis
Jika cedera cukup parah, lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke tenaga medis yang berkompeten untuk memastikan kondisi terkini, cara mengatasi dengan baik dan benar dengan program rehabilitasi yang sesuai.
Sumber Referensi:
(1)Drummond, Felix & Soares, Douglas & Silva, Helder Gabriel Rodrigues & Entrudo, Denise & Younes, Sohaila & Neves, Vítor & Medeiros, Jéssica & Roza, Paulo & Pacheco, Ivan. (2021). INCIDENCE OF INJURIES IN SOCCER PLAYERS – MAPPINGFOOT: A PROSPECTIVE COHORT STUDY. Revista Brasileira de Medicina do Esporte. 27. 189-194. 10.1590/1517-8692202127022020_0067.
Penulis: Dimas Agusta, SST.FT, M.FIS
Disclaimer:
Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi umum dan tidak menggantikan saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan yang berkualifikasi untuk informasi dan panduan yang spesifik sesuai dengan situasi dan kebutuhan kesehatan Anda. Jika Anda menghadapi kondisi gawat darurat medis, segera hubungi layanan kesehatan terdekat atau rumah sakit. Anda harus mengkonsultasiken kondisi kesehatan Anda sebelum memulai program kesehatan, olahraga, nutrisi, pengobatan apa pun.






